Antar Hadits Shahih dan Dhaif Tentang Ampunan Dosa Di Bulan Sya’ban, Berikut Penjelasannya

- Selasa, 7 Maret 2023 | 13:30 WIB
Gambaran suasana malam nisfu Sya'ban  (Foto By Pixabay)
Gambaran suasana malam nisfu Sya'ban (Foto By Pixabay)

PUSTAKA.CO.ID - Penjelasan hadits tentang keutamaan malam nisfu Sya'ban masih memiliki beberapa pendapat yang berbeda, terutama mengenai penghapusan dosa dan diterimanya doa pada malam Nisfu Sya'ban.

Berikut ini penjelasan hadits keutamaan malam nisfu Sya'ban tentang penghapusan dosa dan di terimanya doa.

Riwayat dari A’isyah, bahwa beliau menuturkan:

فقدت النبي صلى الله عليه وسلم فخرجت فإذا هو بالبقيع رافعا رأسه إلى السماء فقال: “أكنت تخافين أن يحيف الله عليك ورسوله”

فقلت يا رسول الله ظننت أنك أتيت بعض نسائك فقال: ” إن الله تبارك وتعالى ينزل ليلة النصف من شعبان إلى السماء الدنيا فيغفر

لأكثر من عدد شعر غنم كلب

Baca Juga: Kenali Pendidikan Jasmani dan Rohani Dalam Ibadah Puasa Berikut Ini

"Aku pernah kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya; “Kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menipumu?” (maksudnya, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan: Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka anda mendatangi istri yang lain. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam nisfu syaban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb".

Penjelasan hadits:

Hadis ini diriwayatkan At-Turmudzi, Ibn Majah dari jalur Hajjaj bin Arthah dari Yahya bin Abi Katsir dari Urwah bin Zubair dari Aisyah. At-Turmudzi menegaskan: “Saya pernah mendengar Imam Bukhari mendhaifkan hadis ini.”

Lebih lanjut, imam Bukhari menerangkan: “Yahya tidak mendengar dari Urwah, sementara Hajaj tidak mendengar dari Yahya.” (Asna Al-Mathalib, 1/84).

Baca Juga: 6 Kurikulum Pendidikan di Zaman Rasulullah SAW Berdasarkan Sejarah

Ibnul Jauzi mengutip perkataan Ad-Daruquthni tentang hadis ini:

“Diriwayatkan dari berbagai jalur, dan sanadnya goncang, tidak kuat.” (Al-Ilal Al-Mutanahiyah, 3/556).

Halaman:

Editor: Bahrul Jadid

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fadhilah Puasa Ramadhan Hari ke-5

Senin, 27 Maret 2023 | 04:07 WIB

Fadhilah Puasa Ramadhan Hari Ke-4

Minggu, 26 Maret 2023 | 04:03 WIB

Fadhilah Puasa Ramadhan Hari Ke-3

Sabtu, 25 Maret 2023 | 02:00 WIB

Fadhilah Puasa Ramadhan Hari ke-2

Jumat, 24 Maret 2023 | 02:35 WIB

Fadilah Puasa Hari Pertama Bulan Ramadhan

Kamis, 23 Maret 2023 | 00:02 WIB

Contoh Materi Kultum Singkat Spesial Bulan Ramadhan

Selasa, 21 Maret 2023 | 09:00 WIB

Solusi Tepat Ketika Pasangan Sedang Marah

Senin, 20 Maret 2023 | 15:00 WIB

5 Tips Mengenal Karakter Pasangan Hidup

Senin, 20 Maret 2023 | 14:00 WIB
X